Desa Pejawaran terletak di ketinggian 1.130 Mdpl, merupakan sebuah desa yang asri, dengan 90% penduduknya adalah petani membuat desa Pejawaran menjadi produsen berbagai jenis sayuran. "Subur tandurane seger ijo royo-royo, adem ayem tentrem, asri toto tatanane, jujur adil nduwurane akur makmur rakyate".

Artikel

EKSISTENSI PMI BANJARNEGARA MENINGKAT DAN TERUS BERGERAK BERSAMA MASYARAKAT

17 Maret 2024 20:56:11  Leeks  278 Kali Dibaca  Berita Lokal

PEJAWARAN-BANJARNEGARA.DESA.ID - Banjarnegara (9/3) – Eksistensi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara semakin meningkat, kondisi tersebut dibuktikan dengan tingginya permintaan pelayanan kepada masyarakat dan pelibatan PMI oleh berbagai stakeholder yang ada di Kabupaten Banjarnegara.

 

Hal tersebut disampaikan oleh ketua PMI Banjarnegara dr. Amalia Desiana melalui wakil ketua Drs. H. Noor Tamami, M.Pd saat membuka Musyawarah Kerja PMI Banjarnegara tahun 2024 pada Sabtu 9 Maret 2024 di RM Sari Rahayu 4.

 

“Kondisi tersebut tentunya menjadi sebuah kebanggaan sekaligus menjadi indikasi dari tercapainya Visi dan Misi PMI,” ujarnya.

 

Lebih jauh dia menjelaskan, di balik peningkatan eksistensi yang luar biasa tersebut PMI Kabupaten Banjarnegara harus terus memantaskan diri dengan meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanannya dalam berbagai bidang.

 

“Harus diakui bahwa modal terbesar yang pasti harus tersedia adalah adanya sumber daya manusia yang memadai secara kuantitas dan kualitas,” lanjutnya.

 

Pihaknya juga menjelaskan, sumber daya manusia terbesar yang ada pada Gerakan PMI ini adalah relawan yang keberadaannya amat sangat dinamis dan tidak cukup dibuktikan dengan data keanggotaan, namun lebih dari itu adalah peran atau keterlibatannya dalam berbagai misi sosial kemanusiaan.

 

“Apabila dilihat dari Rencana Kerja yang kita susun, selalu memberikan porsi yang cukup banyak kepada peningkatan kapasitas sdm, dalam berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan,” tegasnya.

 

Selain itu, Noor Tamami juga menjelaskan peningkatan kualitas relawan yang professional sebagai ciri dan pembeda dari relawan pada umumnya terus digencarkan salah satunya dengan mengoptimalkan peran relawan desa atau SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat).

 

“Meningkatkan kapasitas teknis bagi relawan khususnya pada bidang-bidang yang paling sering dibutuhkan dalam berbagai pelayanan seperti manajemen logistik, asessment, Pertolongan Pertama, dan kemampuan teknis lainnya,” paparnya.

 

Disamping itu, peran serta pengurus PMI Kecamatan juga tahun ini akan terus digenjot dan dioptimalkan sehingga mampu berbicara dan memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat.

 

“Pada bidang Kesehatan Transfusi Darah, dengan misi menyediakan darah yang aman bagi yang membutuhkan, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjarnegara tengah gencar mempersiapkan akreditasi, yang insyaa Allah akan dilaksanakan ditahun 2024 ini,” ungkapnya.

 

Pihaknya menjelaskan, saat ini UDD PMI Banjarnegara telah mampu memproduksi rata-rata 1500 kantong darah dalam satu bulan untuk memenuhi permintaan 9 rumah sakit.

 

“Sinergi yang baik dengan masyarakat, kelompok donor darah dari berbagai lapisan dan element masyarakat terus kita jaga dan tingkatkan dengan terus membuka kantong-kantong kelompok baru,” pungkasnya.

 

Noor Tamami menjelaskan, dengan kerja keras dan kerja ikhlas serta niatan yang tulus, bersinergi dengan berbagai pihak, peran PMI dalam membantu pemerintah menjalankan mandat Undang-undang nomor 1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan akan dapat terlaksana dengan baik.

 

Sementara itu ketua panitia kegiatan M. Masduki Rahmat mengatakan Musyawarah Kerja merupakan sarana untuk mengevaluasi pelaksaan program kerja tahun sebelumnya dan merumuskan rencana kerja satu tahun kedepan.

 

“Musyawarah Kerja ini merupakan forum tertinggi untuk merumuskan arah dan merupakan penjabaran dari rencana strategis pelaksaan progam kerja PMI dengan melibatkan berbagai perwakilan,” ujarnya.

 

Pihaknya menjelaskan, dalam Musyawarah Kerja tersebut dihadiri oleh berbagai unsur seperti pengurus PMI Kabupaten, perwakilan pengurus PMI Kecamatan, staff dan karyawan serta perwakilan relawan (KSR, TSR, Forpis).

 

“Kami berharap hasil yang diperoleh selama musyawarah berlangsung akan menjadi tonggak dan pijakan langkah PMI dalam melayani masyarakat sesuai dengan visinya yakni professional, netral, mandiri, berkarakter dan bergerak bersama masyarakat,” pungkasnya.**alw

 

SC : infoseputarbanjarnegara.com

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Peta Desa

 Pemerintah Desa

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

 Sinergi Program

 Komentar

 Media Sosial

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:74
    Kemarin:77
    Total Pengunjung:44.147
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.217.96
    Browser:Mozilla 5.0